z555i + trembling hand
Wednesday, September 29, 2010
Wednesday, September 22, 2010
bermain-main
kali ini dengan tinta cina



mana hasil jadinya?
saya males ngefotonya
kapan-kapan kalo udah ada scanner saya upload
kalo inget
dah kalo ga males
kapan saya upload video baru?
ra-ha-si-a
mana hasil jadinya?
saya males ngefotonya
kapan-kapan kalo udah ada scanner saya upload
kalo inget
dah kalo ga males
kapan saya upload video baru?
ra-ha-si-a
Friday, September 17, 2010
Saturday, August 28, 2010
teman saya baik [bagian terakhir]
Beberapa hari (atau mungkin minggu) kemudian, saya mendapati kotak masuk pesan saya bertambah. Pesan dari Mas Gin. Inti pesannya adalah ia meminta alamat saya untuk mengirim kaos yang ia buat dengan desain gambar di atas. Saya pikir dia bercanda. Ya sudah saya berikan saja, toh benar dikirim atau tidak saya tidak rugi.
Ternyata saya tidak rugi.
Saya beruntung.
Tanggal 26 Agustus 2010, sebuah paket diantarkan ke rumah saya.
"Hah, gede banget, apaan nih?" pikir saya saat melihat paket yang rasanya terlalu besar untuk sehelai kaos. Kemudian saya angkat paket tersebut, "Buset dah, ini pasti bungkusnya lapis-lapis terus diisiin batu," beratnya tak lazim bila isinya hanya kaos.
Saya buka paket itu.
Plastik,
Kertas coklat,
Poster (yang tadinya saya kira kertas kado yang benar-benar lucu),
Kotak.
Saya buka tutup kotaknya.
Boom!
Bukan bom :D

Saya terkejut! Isinya tidak hanya kaos! Selain kaos yang berwarna putih, ada dua pembatas buku (setidaknya saya menganggapnya pembatas buku), katalog acara yang pernah Mas Gin buat, poster yang sama dengan pembungkus kotak, sebuah notebook dengan cover yang sangat artsy, dan satu set kartu pos desainer (yang isinya benar-benar membuat mata saya orgasme). Belum selesai saya melihat-lihat kartu pos, mata saya tertuju pada suatu bentuk persegi yang mirip kotak dvd. Ada gambar yang pernah Mas Gin buat untuk saya. Saat saya buka kotak tersebut, ternyata isinya adalah CD. Saya berencana untuk membuka CD tersebut, namun saya masih melihat sesuatu di dalam kotak. Ada sebuah bungkusan berwarna coklat bertuliskan 'BONUS!!!' yang ternyata berisi kaos lagi! Haha, saya tidak tahu harus berkata apa saat itu.

Saya penasaran dengan isi CD tadi. Ternyata isinya adalah majalah digital dengan background musik lagu dari Ingrid Michaelson yang berjudul You and I (cover ukulele saya yang pertama). Dari semua hadiah yang ada dikotak berwarna biru itu, CD inilah yang paling berkesan. Mungkin tanpa hadiah yang lain pun perasaan senang saya ada pada tingkat yang sama. Di majalah tersebut dijelaskan apa maksud dari Mas Gin mengirimkan begitu banyak hadiah. Ini adalah sebuah parcel lebaran. Halaman demi halaman saya baca, kemudian sampai pada bagian:

"Hah? Apaan lagi nih? Ah main-main nih Mas Gin! Teman-teman yang mana dah?"
Pertama ada karya dari Mas Dheta yang berupa ambigram nama saya
Kemudian ada lagu yang dibuat khusus untuk saya (namun saya belum sempat mendengarnya)
Lalu ada gambar saya dari Mas Arya ("Ah, ganteng!" pikir saya saat melihat fotonya, haha)
Tipografi oleh Mas Mara Awa (yang sampai sekarang belum dapat saya mengerti makna karyanya)
Gambar dengan pensil warna dan spidol oleh Mba Sabrina Asril
Fotografi oleh Mas Wantek
Lirik dari Mba Ve (yang saya belum mengerti maknanya)
Lalu gambar digital oleh Mas Simpati
Saya hanya bisa berterima kasih kepada kakak-kakak semua, yang rela menggunakan waktunya untuk membuat karya-karya tersebut. Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu di dunia nyata dan saya dapat benar-benar berterima kasih kepada kakak semua!
Majalah ini belum selesai. Ada bagian yang menurut saya menggelitik.

Di bagian ini saya mulai memahami sesuatu.
Karya vektor dari Mas Fuad dan Mbak Risma,
Gambar Mas Langgeng, dan
Fotografi oleh Mba Naia
Memberi semangat kepada Mas Gin (yang menurut saya isinya) mengenai cinta.
Mas Gin nampaknya sedang jatuh cinta (tapi saya tidak tahu pasti, saya bukan teman yang berada di sekitar dia)!
Hmm kalau memang benar Mas Gin sedang jatuh cinta, saya pun akan turut mendukung Mas Gin seperti teman Mas Gin lainnya! Walau mungkin saya tidak bisa membuatkan gambar, mendengarkan keluh kesah atau memberi saran yang baik. Yang saya bisa hanya memberi Mas Gin semangat. SEMANGAT MAS GIN! Jangan lupa memperkenalkan tambatan hatimu padaku! :D
Nanti aku panggil Oom dan Tan Gin!
Terima kasih sudah mau baca sampai selesai
Maaf bila menyinggung perasaan lain pihak
Dan dan dan
AU REVOIR!
(pake bahasa baku susah yaaa hahaha)
TERIMA KASIH BANYAK SEMUANYAAA!
I LOVE YOU AAAAALLLL!
KISSES AND HUGS FOR EVERYONE!
Ternyata saya tidak rugi.
Saya beruntung.
Tanggal 26 Agustus 2010, sebuah paket diantarkan ke rumah saya.
"Hah, gede banget, apaan nih?" pikir saya saat melihat paket yang rasanya terlalu besar untuk sehelai kaos. Kemudian saya angkat paket tersebut, "Buset dah, ini pasti bungkusnya lapis-lapis terus diisiin batu," beratnya tak lazim bila isinya hanya kaos.
Saya buka paket itu.
Plastik,
Kertas coklat,
Poster (yang tadinya saya kira kertas kado yang benar-benar lucu),
Kotak.
Saya buka tutup kotaknya.
Boom!
Bukan bom :D
Saya terkejut! Isinya tidak hanya kaos! Selain kaos yang berwarna putih, ada dua pembatas buku (setidaknya saya menganggapnya pembatas buku), katalog acara yang pernah Mas Gin buat, poster yang sama dengan pembungkus kotak, sebuah notebook dengan cover yang sangat artsy, dan satu set kartu pos desainer (yang isinya benar-benar membuat mata saya orgasme). Belum selesai saya melihat-lihat kartu pos, mata saya tertuju pada suatu bentuk persegi yang mirip kotak dvd. Ada gambar yang pernah Mas Gin buat untuk saya. Saat saya buka kotak tersebut, ternyata isinya adalah CD. Saya berencana untuk membuka CD tersebut, namun saya masih melihat sesuatu di dalam kotak. Ada sebuah bungkusan berwarna coklat bertuliskan 'BONUS!!!' yang ternyata berisi kaos lagi! Haha, saya tidak tahu harus berkata apa saat itu.

Saya penasaran dengan isi CD tadi. Ternyata isinya adalah majalah digital dengan background musik lagu dari Ingrid Michaelson yang berjudul You and I (cover ukulele saya yang pertama). Dari semua hadiah yang ada dikotak berwarna biru itu, CD inilah yang paling berkesan. Mungkin tanpa hadiah yang lain pun perasaan senang saya ada pada tingkat yang sama. Di majalah tersebut dijelaskan apa maksud dari Mas Gin mengirimkan begitu banyak hadiah. Ini adalah sebuah parcel lebaran. Halaman demi halaman saya baca, kemudian sampai pada bagian:

"Hah? Apaan lagi nih? Ah main-main nih Mas Gin! Teman-teman yang mana dah?"
Teman-teman Mas Gin ternyata berkontribusi dalam pemberian parcel ini. Hati saya langsung meluap-luap! Entah kenapa rasa senang tiba-tiba bercampur malu.
Pertama ada karya dari Mas Dheta yang berupa ambigram nama saya
Kemudian ada lagu yang dibuat khusus untuk saya (namun saya belum sempat mendengarnya)
Lalu ada gambar saya dari Mas Arya ("Ah, ganteng!" pikir saya saat melihat fotonya, haha)
Tipografi oleh Mas Mara Awa (yang sampai sekarang belum dapat saya mengerti makna karyanya)
Gambar dengan pensil warna dan spidol oleh Mba Sabrina Asril
Fotografi oleh Mas Wantek
Lirik dari Mba Ve (yang saya belum mengerti maknanya)
Lalu gambar digital oleh Mas Simpati
Saya hanya bisa berterima kasih kepada kakak-kakak semua, yang rela menggunakan waktunya untuk membuat karya-karya tersebut. Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu di dunia nyata dan saya dapat benar-benar berterima kasih kepada kakak semua!
Majalah ini belum selesai. Ada bagian yang menurut saya menggelitik.

Di bagian ini saya mulai memahami sesuatu.
Karya vektor dari Mas Fuad dan Mbak Risma,
Gambar Mas Langgeng, dan
Fotografi oleh Mba Naia
Memberi semangat kepada Mas Gin (yang menurut saya isinya) mengenai cinta.
Mas Gin nampaknya sedang jatuh cinta (tapi saya tidak tahu pasti, saya bukan teman yang berada di sekitar dia)!
Hmm kalau memang benar Mas Gin sedang jatuh cinta, saya pun akan turut mendukung Mas Gin seperti teman Mas Gin lainnya! Walau mungkin saya tidak bisa membuatkan gambar, mendengarkan keluh kesah atau memberi saran yang baik. Yang saya bisa hanya memberi Mas Gin semangat. SEMANGAT MAS GIN! Jangan lupa memperkenalkan tambatan hatimu padaku! :D
Nanti aku panggil Oom dan Tan Gin!
Terima kasih sudah mau baca sampai selesai
Maaf bila menyinggung perasaan lain pihak
Dan dan dan
AU REVOIR!
(pake bahasa baku susah yaaa hahaha)
TERIMA KASIH BANYAK SEMUANYAAA!
I LOVE YOU AAAAALLLL!
KISSES AND HUGS FOR EVERYONE!
teman saya baik [bagian pertama]
I actually want to write this post in english so everyone in this whole world know how i feel, but considering several things, i will write this in Indonesian :)
Jujur, saya sebenarnya malas kalau membaca blog post yang panjang, jadi kalau kamu tidak membaca post ini sampai selesai saya maklum, tapi saya berharap kamu mau baca sampai selesai :)
Masih ingat orang yang bernama Arif Ginanjar?
Kalau tidak tahu, silakan klik nama di atas.
Sudah tahu?
Kamu perlu tahu lebih banyak lagi.
Dia adalah orang yang sangat-sangat baik. Kata-kata baik yang saya gunakan disini bukan hanya sekedar 'baik' yang sering kita ucapkan, "oh, iya, dia baik," bukan. Dia benar-benar baik. Mau tahu buktinya? Mari saya ceritakan dari awal lagi (anda bisa skip paragraf pertama ini, karena ini bukan cerita intinya).
Saya adalah seorang pemain ukulele yang baru mulai memainkan ukulele pada awal bulan Juli 2010 (saat itu sedang libur semester yang cukup panjang). Dengan bantuan teman saya yang juga belum pernah memainkan ukulele (namanya Ari, dia yang menemani saya membeli dan menyetem ukulele yang saya namakan Jeep itu), saya memulai bermain ukulele. Sembari saya memainkan ukulele dengan chord yang baru saya pelajari seadanya, ia memainkan alat musik dari afrika yang suaranya menurut saya mirip agogo. Ah, damai sekali rasanya. Lalu ia memberi ide untuk membuat video kami berdua memainkan instrumen kami masing-masing lalu diupload di youtube. Namun sayang, ia sedang menjalani semester pendek sehingga saya merasa tidak enak bila harus mengganggu ia. Mulai dari situ, saya membuat video saya sendiri. Dengan meminjam telepon genggam kakak saya, saya mulai merekam diri saya yang sedang memainkan ukulele dan bernyanyi. Setelah beberapa kali merekam dan mendapatkan hasil yang menurut saya bagus, saya meng-upload video tersebut. Perlu anda ketahui, maksud saya meng-upload video tersebut tidak lebih dari mengisi blog-post saja.
Saya tidak menganggap suara dan permainan ukulele saya bagus, menurut saya yang paling penting adalah saya menikmati kegiatan ini. Tapi kemudian beberapa hari setelah saya mengupload video, ada seseorang yang mengatakan bahwa dia mengagumi saya (kalau saya tidak salah ingat). Saya tentunya mengucapkan terima kasih namun hanya menganggap itu sebagai basa-basi pertemanan yang memang baru kami mulai. Ya, orang itu adalah si Arif Ginanjar yang saya sebutkan di atas tadi. Panggilan akrabnya Gin2. Saya memanggilnya dengan sebutan mas gin. Baru beberapa hari saling mengenal (itupun hanya lewat last.fm), mas gin sudah membuat gambar dan post tentang saya, haha! Saya hanya bisa berterima kasih pada Mas Gin. Kemudian pertemanan kami berlanjut ke jejaring pertemanan Facebook.
Belum habis senang saya dengan gambar yang ia buat, ia sudah membuat gambar lainnya!

baca lanjutannya di sini
Jujur, saya sebenarnya malas kalau membaca blog post yang panjang, jadi kalau kamu tidak membaca post ini sampai selesai saya maklum, tapi saya berharap kamu mau baca sampai selesai :)
Masih ingat orang yang bernama Arif Ginanjar?
Kalau tidak tahu, silakan klik nama di atas.
Sudah tahu?
Kamu perlu tahu lebih banyak lagi.
Dia adalah orang yang sangat-sangat baik. Kata-kata baik yang saya gunakan disini bukan hanya sekedar 'baik' yang sering kita ucapkan, "oh, iya, dia baik," bukan. Dia benar-benar baik. Mau tahu buktinya? Mari saya ceritakan dari awal lagi (anda bisa skip paragraf pertama ini, karena ini bukan cerita intinya).
Saya adalah seorang pemain ukulele yang baru mulai memainkan ukulele pada awal bulan Juli 2010 (saat itu sedang libur semester yang cukup panjang). Dengan bantuan teman saya yang juga belum pernah memainkan ukulele (namanya Ari, dia yang menemani saya membeli dan menyetem ukulele yang saya namakan Jeep itu), saya memulai bermain ukulele. Sembari saya memainkan ukulele dengan chord yang baru saya pelajari seadanya, ia memainkan alat musik dari afrika yang suaranya menurut saya mirip agogo. Ah, damai sekali rasanya. Lalu ia memberi ide untuk membuat video kami berdua memainkan instrumen kami masing-masing lalu diupload di youtube. Namun sayang, ia sedang menjalani semester pendek sehingga saya merasa tidak enak bila harus mengganggu ia. Mulai dari situ, saya membuat video saya sendiri. Dengan meminjam telepon genggam kakak saya, saya mulai merekam diri saya yang sedang memainkan ukulele dan bernyanyi. Setelah beberapa kali merekam dan mendapatkan hasil yang menurut saya bagus, saya meng-upload video tersebut. Perlu anda ketahui, maksud saya meng-upload video tersebut tidak lebih dari mengisi blog-post saja.
Saya tidak menganggap suara dan permainan ukulele saya bagus, menurut saya yang paling penting adalah saya menikmati kegiatan ini. Tapi kemudian beberapa hari setelah saya mengupload video, ada seseorang yang mengatakan bahwa dia mengagumi saya (kalau saya tidak salah ingat). Saya tentunya mengucapkan terima kasih namun hanya menganggap itu sebagai basa-basi pertemanan yang memang baru kami mulai. Ya, orang itu adalah si Arif Ginanjar yang saya sebutkan di atas tadi. Panggilan akrabnya Gin2. Saya memanggilnya dengan sebutan mas gin. Baru beberapa hari saling mengenal (itupun hanya lewat last.fm), mas gin sudah membuat gambar dan post tentang saya, haha! Saya hanya bisa berterima kasih pada Mas Gin. Kemudian pertemanan kami berlanjut ke jejaring pertemanan Facebook.
Belum habis senang saya dengan gambar yang ia buat, ia sudah membuat gambar lainnya!
baca lanjutannya di sini
Subscribe to:
Posts (Atom)
