Tuesday, December 25, 2012

Cerita Sependek Siang Ini


Natal tahun ini seharusnya sama seperti natal-natal sebelumnya. Tapi terlalu banyak air yang keluar dari tubuhku.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa banyak yang sering bercerita pada saya.
Bukan cerita tentang cinta, karena saya tidak begitu paham masalah tersebut.
Sebenarnya saya juga tidak begitu paham pada masalah lainnya.
Namun entah mengapa mereka tetap saja bercerita pada saya.

Kadang saya suka terkejut dengan diri saya sendiri.
Menyendiri, itu yang paling saya sukai.
Tapi entah bagaimana saya juga selalu tertarik untuk bertemu dengan orang baru yang bukan berada dalam lingkaran pertemanan saya yang biasanya.
Saya gemar membuat lingkaran-lingkaran pertemanan baru yang tidak terlalu besar. Berdua.
Itu sudah cukup.
Tapi sayang lingkaran-lingkaran ini tidak sepenuhnya kokoh.
Ada saja yang rapuh.
Rapuh oleh cerita-cerita mereka sendiri.

Sudah sering saya mendapat berita kematian dari lingkaran-lingkaran kecil yang saya miliki.
Bunuh diri.
Semuanya bunuh diri.
Tak pernah sampai hati saya mendatangi pemakaman mereka semua.
Sekali pun.
Saya pilih diam.
Dan sesekali menangis dalam hati.

Tuesday, December 4, 2012

For you two

This was initially published a month, maybe two months, ago after the three of us had lunch together after class. But then I felt ashamed to publish because this sounded too menye-menye (I don't know any other vocabulary that fits). But then again now I feel the urge to share this because after hanging out with you, I feel that I (literally) missed you all these past years.

Having lunch and talking with you this afternoon made me miss the time when we were usually together. The first semester was a great joy to me. If it isn't because of you, I might be ended up with no friends (because I'm not a pro in blending in with a huge group of people), so thank you so much :)

I was thinking why nowadays you and I rarely have meal together or even chat. Then I suddenly remembered: Kak Erlita once told me that everyone felt that without any particular reason I'm keeping distance with you guys after my break-up with one of our classmates. I suddenly stopped hanging out with you, I kept going straight back home after all the class if I had no other activities in campus.

For the first you:
I'm sorry for not being able to come to all your shows and give my best cheer, I'm sorry that I didn't even know when are exactly your upcoming shows.
I'm sorry for not trying to help and/or solve your problems, I'm sorry that I don't even know your problems.
I'm sorry for not being beside you when you need shoulder to cry on, I'm sorry that I wasn't even there when you need someone to tell stories to.
I'm sorry for not being a good friend.

I know I couldn't always be there for you and I'm not telling you to tell all your stories to me and you have to know that I'm not the best when it's time to give response, but I just want to let you know that you can always try to contact me when you feel like need someone to read or listen both your happy and sad stories.
Well, last but not least, do your best for your thesis presentation and I believe you always make right decisions for your life.

For the other-first you:
I miss the time when we were catastrophicking together
I miss the time when I showed you weird songs and you told me weird stories
I miss the time when I picked you up for english class or simply just because we wanted to hang out
I miss the time when I sent you home after hanging out together
I miss the time when we talked about other people's success life and how we envy them in a good way

Now, you are the one who will be talked about because of (the start of) your success life and I of course will envy you in a good way. Be good in Singapore and I probably won't miss you since you will be there for good. I believe it will be just like waiting for you in front of your dorm to hang out together :) 

P.S. I think I'm being overly sensitive and sentimental now, maybe it's because all of this dang thesis' fuss or my period lol

*bunch of kisses and really long hugs*

Saturday, October 27, 2012

Hinggap

Sungguh aku ingin kesana
Mengabadikannya
dengan tiap kedipan mata
dengan tiap hirup dan hela nafas
dengan tiap detak di dada
dengan tiap langkah menapak
dan dengan tiap gerak raga
Hingga habis waktuku nanti

Sungguh aku ingin kesana
Merasakannya
dengan kepala menengadah
dengan telinga menangkap gemerisik
dengan mulut berbisik
dengan pundak berkalung lengan
dan dengan tangan menggenggam
Hingga habis waktuku nanti


Sunday, October 21, 2012

masih bodoh

Octopus Flash + Forte Neopan / 2010

Saya rasa saya masih perlu banyak belajar. Saya harus banyak belajar. Apa yang telah saya pelajari selama ini belum ada apa-apanya. Untuk mengembangkan sayap saja belum cukup. Terlalu banyak orang-orang pintar yang beredar di sekitar saya. Tapi saya bukan di antaranya. Saya harus menjadi salah satu di antara mereka. Saya harus belajar, bukan untuk beredar, tapi untuk pintar.

Sudah lama saya tidak bermain dengan kamera analog, mungkin ini saatnya mencuci film yang selama ini saya simpan?

Sunday, October 14, 2012

fake question

Tiba-tiba terlintas di otak saya sebuah pertanyaan aneh, atau mungkin bisa dibilang pertanyaan jahat:

Kira-kira ada tidak ya orang yang tidak memiliki ketakutan akan sesuatu atau kondisi tertentu lalu berpura-pura takut dan berpura-pura menjadi lemah karena hal itu agar dia bisa berpura-pura bersikap tegar saat ia menemui sesuatu atau berada di kondisi tertentu tersebut?

Mengerti maksudnya? Ada yang mau menjawab? Ada yang bisa menjawab?

Monday, October 8, 2012

saatnya kembali ke sabun bayi

Mata saya tidaklah sebesar itu. Sejatinya gambar ini tidak merepresentasikan saya *fail

Bukannya mengerjakan resume untuk penelitian, menerjemahkan cerpen, atau menulis proposal skripsi, saya malah mengkhawatirkan jerawat yang mulai tumbuh dimana-mana. Saya harus rajin berlatih menggambar. Bermain gitar sangatlah menyenangkan.

Tuesday, September 18, 2012

Seperti yang saya ceritakan dalam post "antara saya dan rasa suka saya", saya tidak pernah berusaha memiliki sesuatu yang saya sukai. Tapi kejadian yang saya alami ini mungkin yang dinamakan kekuatan cinta. Cinta? Berlebihan? Tidak. Ini benar-benar yang saya rasakan.

Walau saya suka sekali dengan hewan jerapah, saya tidak pernah membeli barang-barang yang berhubungan dengan jerapah. Namun, saat ini saya telah memiliki beberapa barang yang berunsur jerapah.

Barang pertama yang saya dapatkan adalah pensil motif jerapah yang diberikan oleh Welcy (teman yang memberi tahu bahwa ada pensil bermotif jerapah). Kira-kira seminggu setelah ia mengabari saya mengenai pensil tersebut, tiba-tiba dia menyerahkan sebuah pensil pada saya, "Ini buat Damar, Damar suka jerapah kan?".

Barang yang kedua adalah cutter jerapah berwarna hijau. Cutter ini memang tidak secara sengaja diberikan pada saya karena saya mendapatkannya melalui kado silang di pesta natal tahun 2011, tapi tetap saja saya berterimakasih pada Ghea, sang pemilik kado mungil tersebut.

Barang yang ketiga adalah boneka jerapah yang merupakan hadiah ulang tahun saya yang ke-20 dari Kak Inna, Kak Ghea, dan Edo.

Saya sudah lama mengidam-idamkan bando telinga dan tanduk jerapah, namun saya tidak punya kesempatan untuk pergi ke taman safari, tempat dimana bando ini dijual. Tiba-tiba saja saat sedang berkumpul bersama teman-teman, Duta memberikan kantung kertas berwarna coklat pada saya. Ketika saya buka, ternyata isinya adalah bando yang selama ini saya inginkan!

Dan yang saya terakhir dapatkan adalah topi jerapah yang diberikan Edo. Saya jadi ingat, saat KKN (atau mungkin sesudahnya, saya agak lupa) dia bertanya boneka dan topi hewan apa saja yang sudah saya miliki, mungkin saat itu dia hendak memastikan bahwa saya belum memiliki topi jerapah.



Tapi sayangnya saya bukan teman yang baik untuk mereka. Saya tidak menjaga dengan baik barang-barang yang mereka berikan. Pensil yang diberikan Welcy patah karena terinjak oleh teman KKN saat di pondokan. Betapa kesalnya ketika mendapati pensil itu tetap berada dimana pensil tersebut terinjak. Si penginjak hanya meminta maaf dengan terkekeh dan tidak berusaha untuk membetulkan pensil yang telah patah menjadi dua bagian tersebut. Lalu cutter yang diberikan Ghea menghilang setelah saya pinjamkan kepada seseorang yang membantu layatan di depan pondokan KKN saya. Seharian saya tunggu kembalinya orang tersebut namun tidak ada tanda-tanda ia akan mengembalikan cutter saya. Maafkan saya ya Welcy dan Ghea :(

Saya akan menjaga dengan sepenuh hati pensil, boneka, bando, dan topi jerapah yang Welcy, Inna, Edo, Ghea, dan Duta berikan. Terima kasih atas pemberian kalian semua. Entah kapan saya bisa membalas kebaikan hati kalian pada saya. Semoga secepatnya. *Peluk erat dan cium untuk kalian* SAYA CINTA KALIAN!

Wednesday, September 12, 2012

NO!

You see, when I really like something and I want to share, I don't shove it other people's throat. It's his/her choice to like it or not. If other people have something that I like, I WILL ask for it and I will like it THE WAY I SEE IT, not HOW THEY like it.

Enough whining.

I have better things to do. I want to show you two things I had done recently. First, as I told you in previous post, I had my hair cut and it ended up super messy. Second, I tried to draw on canvas using watercolor for the very first time in my entire life.

My bangs go wild!

'I said NO!' - My very first attempt painting on canvas, a girl tried to say no to her overly pushy friend.

I should practice more.

Friday, September 7, 2012

Rambut Baru dalam Semangkuk Mie Rebus


Saya baru saja potong rambut dan potong poni, yah kira-kira jadinya begitu deh, belum sempat foto. Habis lima belas ribu, jadi semakin berantakan, setelah sisiran mamah bilang 'sana sisiran, berantakan', aduh aduh yasudahlah nanti juga panjang lagi, makin berantakan lagi. Lalu saya ini ingin makan mie ramen yang kuahnya merah panas wuah segar pasti. Nanti ke minimarket di depan lalu beli mie ramen, dimasak, dimakan. Yasudah. Segitu saja dulu. Agak sakit saya sekarang.

Friday, August 31, 2012

The Greatest Debate of My Mind in 2012. So Far.

In the end of August, a really weird feeling struck my mind, asking whether i have to keep or to drop the thesis credits that i already bravely took 3 days ago. Most of my friends are not taking thesis credits this semester, they said they are going to take them next semester. I consulted with administrator in my department and she said it is better to take them next semester. Shoot! She then suggested me to consult with my thesis supervisor. I texted her and while I was waiting the reply I doodled and this is the result of the consultation with her.

This picture tells that if I want to graduate in February 2013, I have roughly 4 months to do my thesis and to pass it I have to do the final exam in mid-january 2013! Why did I say roughly? As I still having another project in this semester, such as helping my lecturer's research, pkm's business, and collaboration exhibition, I couldn't devote myself only to do my thesis.

Then I consulted with my friends. Most of them said that I should keep them. I even made pros and cons list, considering what's good and bad from each choice. I have been spending all day feeling uncertain and indecisive. But then I realized that I have my own character. I won't start if I have no deadline! If I take thesis credit next semester, maybe this whole thing will strike me again! So I try to calm my mind and said to myself:

"YOU CAN CERTAINLY DO THESIS THIS SEMESTER, YOUNG LADY!"

P.S It also occurs to me that sooner I begin, the further my chances to be bald. Cinant and I have a pact: If we haven't graduated yet until the last period of graduation in 2013, we have to cut our hair out and be bald. And after that we have to go to beauty salon and ask for a creambath. Imagining that scenario always make me cringe! I really have to graduate soon :D

P.P.S On unrelated topic: It was really a shame, but it turned out that I 'forgot' how to use a dayyum scanner since i never use it for like 4 or 5 months, took me 5 times to get decent quality of picture above :D

Tuesday, July 3, 2012

A shockingly short story

Once upon a time there was a siberian husky and a cow.

The siberian husky tried to eat the cow.

The cow tried to eat the siberian husky.

The End

Sunday, July 1, 2012

Is it bad for not having critical thinking?

Pernah tidak merasakan apa yang kamu percayai dan sudah jalani ternyata berbeda dengan kenyataan sehingga mau tidak mau kamu harus berubah?

Sekarang saya sedang mengalami masa ini. Well, dari dulu sih.

Jika teman-teman saya sedang membicarakan current atau world issues atau semacamnya, saya akan berkomentar sekenanya, hanya sebatas 'ah masa' atau 'ah iya tuh' atau 'oh gitu' atau 'ya gmana ya', sekedar memenuhi social convention saja. Kalau sudah begitu, nanti selanjutnya teman-teman saya yang akan dengan semangat memperbincangkan hal tersebut dan saya hanya diam mendengarkan. Seringkali jika saya hanya berdua saja dengan teman, maka situasi selanjutnya dapat ditebak: Pertama, dia akan terus bercerita dan saya sesekali menanggapi atau; kedua, kami akan terjebak dalam awkward silence dan bila salah satu dari kami memulai percakapan pasti tidak lebih dari 3 kalimat yang keluar dari mulut kami setelah itu kembali ke awkward silence, begitu terus diulang-ulang.

Dari dulu...

...saya sangat jarang berusaha dengan keras mencari topik untuk diperbincangkan. Kalau sepi ya sudah, tak usahlah dipaksakan bercerita yang tidak perlu. Tinggal ucapkan salam perpisahan dan pulang ke rumah masing-masing atau lakukan apa yang ada di agenda selanjutnya.

...saya juga sangat jarang dengan sengaja berusaha dengan keras membaca berita hingga detilnya. Saya pikir berita-berita yang ada di televisi itu tidak akan berdampak apa-apa pada diri saya. Saya tidak pernah berpikir kepada pihak mana saya harus berpihak karena saya merasa tidak akan berdampak apa-apa pada diri saya.

Saya ini ingin menjalani hidup apa adanya sajalah. Tidak dibuat-buat dan tidak meributkan masalah orang lain. Hidup saya ya seperti yang saya ketahui. Bila ada hal yang menurut orang lain itu tidak benar ataupun tidak seharusnya begitu tapi tidak mengganggu jalannya kehidupan saya, ya sudah, saya tidak perlu ikut andil kan? Ketika melihat berita di televisi atau membaca di koran mengenai perang, kerusuhan, tawuran, demonstrasi, dan hal-hal yang tak menyenangkan lain, di otak saya kadang terpikir 'why people tend to complicate things?'. Pokoknya hal yang tidak mengganggu kehidupan saya secara langsung tidak akan saya pikirkan. Yah, itulah saya.

Nah...

ternyata ini kebiasaan yang agaknya buruk. Saya jadi tidak peduli dengan berita-berita dan fakta-fakta yang ternyata seharusnya saya tahu. Di semester 6 ini, saya diwajibkan mengambil mata kuliah Teori dan Kajian Sastra Prancis Modern serta Komparatisme Sastra. Kedua mata kuliah tersebut diampu oleh satu dosen yang sama, Madame Wening. Beliau adalah sosok yang sangat inspiratif bagi siapapun yang mengikuti kuliahnya (oke, saya sangat ingin membahas kehidupan beliau karena kehidupannya sangat menarik tapi post kali ini bukan untuk itu). Suatu hari ia memberikan kuliahnya seperti biasa dan menceritakan salah satu cerita dari epos mahabarata, ketika ia bertanya tentang karakter di mahabarata, satu kelas hanya bisa terdiam. Hal ini terjadi tidak hanya sekali dua kali. Kami sering terdiam ketika beliau menanyakan suatu hal seperti sejarah ataupun berita-berita faktual. Mungkin karena sudah sangat tidak sabar dengan perilaku kami beliau berkata, "Kalian ini tidak mengerti apa-apa ya," sambil terkikik. Agak menohok, memang. Di lain hari ketika beliau bertanya apakah kami di rumah belajar atau tidak, dan beberapa dari kami menjawab tidak, termasuk saya, beliau berkata, "Saya tidak yakin kalian akan sukses kalau tidak belajar." Dan kalimat yang paling sering beliau katakan adalah, "sebagai akademisi, anda itu dituntut untuk berpikir kritis"

Sebentar lagi saya memasuki semester 7, semester dimana saya harus membuat skripsi untuk syarat kelulusan. Critical thinking tentunya sangat diperlukan dalam membuat skripsi. Nah karena itu, maka saya akan sedikit mengubah pandangan saya tentang hidup dan mulai berpikir kritis demi kelangsungan skripsi (yang merujuk pada kehidupan saya nantinya) saya. Semangat!

P.S Mikir kritisnya buat skripsi aja gapapa kan? Manusia kan ga bisa dengan gampangnya berubah macem usagi yang pake bros trus semenit langsung berubah jadi sailor moon. Hehe.

P.P.S Kalau dipikir-pikir (ga usah dipikir-pikir juga sih), pemikir kritis itu memang sangat dibutuhkan di dunia ini, apa jadinya kalau semua orang kaya saya, the amount of ambyarness in this world will be too damn high deh haha. Jadi, to all those critical thinkers, keep thinking critically ya ;)

Chinese Ink On Sketchbook


Friday, June 29, 2012

[FEATURE] Faris Naufal

NOF A UN MESSAGE POUR VOUS!


Beaucoup de graphiste travaillent juste pour accomplir les besoins de leurs clients, mais ce graphiste n’a pas seulement le faire. Il a aussi des messages importants derrière ses œuvres belles et magnifiques
L’entretien par Damar Rakhmayastri.

Si on cherche sur l’internet les mots: nofartherapy, tumblr, et moslem, on va trouver un projet très intéressant. Il s’agit d’un projet personnel appelé ‘hikmahjemuah’ ou bien la sagesse de vendredi. Le projet consiste en des images qui contiennent des tout courts phrases mais ont des très bien messages. Le projet est vise à rappeler aux musulmans à continuer de se souvenir et croire en Dieu. Hikmahjemuah est mis à jour chaque semaine après la prière du vendredi, c’est devenu comme un petit preche de la priere du vendredi. Ce projet est créé par un graphiste qui possède un site de tumblr http://artherapy.tumblr.com. Il était déjà presque minuit, mais ce gentilhomme est encore disposé à interviewé. Découvrez l’entretien avec Nof, un graphiste freelance, illustrateur et artiste vecteur.

Présentez-vous, s’il vous plait.
Je m’appelle Faris M Naufal, vous pouvez m’appeler Nof. Je suis étudiant en gestion d’entreprise à Institut Manajemen Telkom Bandung. Je suis le premier enfant de quatre enfants. Je suis né à Gunung Kidul, 16 mai 1990. Je suis fier de devenir un Wonosarien, mais j’ai passé mon enfance à Bantul. Donc, pendant des vacances, je vais à Wonosari, chez mes grands-parents.

Je vous connais du site DeviantArt comme un graphiste. Est-ce que vous l’admettez?
Peut-être oui, peut-être non. Il y a des gens qui disent qu’il faut étudier à l’école formelle de designer pour être un graphiste, d’autres disent que ce n’est pas nécessaire. Moi, j’avoue que je suis graphiste.

Je sais que vous êtes un graphiste travaillant dans le domaine digital, en particulier des vecteurs, mais y at-il d'autres médias que vous faites?
Ah oui, j’apprends à dessiner à main en utilisant de peinture acrylique.

Vous considérez-vous faire l’art?
L’art est une telle thérapie pour moi. C’est pourquoi mon surnom est Nofartherapy.
J’aime dessiner depuis mon enfance. Quand j’étais à l’école maternelle, j’aimais dessiner le mur avec des crayons de couleur. Quand j’étais à l’école primaire et école secondaire, je dessinais sur la table en utilisant un correcteur liquide. Au lycée, je faisais graffitis. Mais, j’ai réalisé que mes dessins sont très mauvais par rapport à des dessins d’autres amis. Bon, c’est pas mal, juste couci-couça, comprenez?
Quand j’ai terminé lycée, mes parents m’ont dirigé pour poursuivre mes études à Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), c’était une sorte d’ambition de mes parents. Je ne voulais pas. Cependant, je n’ai pas voulu non plus aller à l’école d’art en raison des stéréotypes négatifs qui existent. Si j’ai vraiment entré dans l’école d’art, mes parents ne me admis pas comme fils, peut-être. Au fait, ma famille est tout à fait religieuse. Eh bien, c’est pourquoi j’ai choisi la gestion des entreprises. Je ne veux pas être un employé, je voudrais être un entrepreneur de design graphique. C’est une sorte d’évasion pour moi. Je me sens heureux de ne pas choisir l’école de design graphique.

Êtes-vous vous déjà arriver de vous ennuyer à dessiner?
Je ne m’ennuie pas, c’est plutôt comme coincé. Si à la hâte, l’idée ne s’affichera pas. Même s’il est un travail, je ne le considère pas comme un emploi.

Décrivez votre processus de création d'un dessin et quel type de matériel que vous préférez à utiliser?
D’abord, je dessine manuellement et puis je scanne le dessin. Ensuite, je le transforme en vecteur en utilisant CorelDraw, Adobe Illustrator et Photoshop. Jusqu’à maintenant, j’utilise encore une souris, j’utiliserai bientôt un stylet.

Qui a influencé vos œuvres? Qui est votre inspiration? Pourriez-vous décrire l'un d'eux?
J’aime toujours les artistes ou les graphistes qui ont des œuvres ‘intelligentes’ comme I Love Doodle, Glennz, Banksy, Ndikol, Thomas James. Il y aussi Jonathan Ball, Zutto, J3Concept, Travis Lampe, Low Bross, Tokidoki, Sebniark, Chris Leavens, Scarygirl, Roby Dwi Antono, Rasefour, Thesompret, Hendra Hehe, Isa Panic Monsta, Traceland Vectorie, Mochofreak, Hatefuel, Doc, Kepala Kardus qui ont généralement présenté des créatures absurdes mais ils ont un sens profond. J’aime aussi ceux qui ont deux professions, comme un musicien, comme McBess, Farid Stevyasta, Oomleo, Ykha, Aprilia Apsari et ceux qui travaillent à deux comme Indieguerillas, 123K, Supakitch x Koralie, Loveshugah, Bobsmade, Tado, etc.

Vous vous souvenez la première fois vous êtes payé pour designer?
Permettez-moi de rappeler... C’était en Octobre 2009, j’ai fait une brochure pour mon ami, et j’ai obtenu un paquet de cigarettes.

Y a t-il quelque chose que vous voulez transmettre par vos œuvres?
Bien sûr, je réalise qu’un bon design a un effet pour les personnes qui y voient, chaque fois que possible, je présenterai les bons choses, encore mieux quelque chose islamique. En tout cas, je ne vais pas faire un design qui est mauvais pour les autres.

Quelle est votre œuvre préférée?
C’est l’une des œuvres de projet ‘hikmahjemuah’, le titre est death is so near. Le concept est simple mais le message est très efficace. Jusqu’à maintenant, presque 1000 personnes voient et apprécient cet œuvre.

Vous avez un projet actuel ou futur?
Je viens de terminer une collaboration de l’affiche entre mon studio et l’un de la marque de sport. Pour des futurs projets, je voudrais bien améliorer mon studio, Monophonik, et faire un marchandiseur qui vend les œuvres de mes amis qui sont encore apprendre et ne sont pas encore connus.

Maintenant, vous pouvez juger par vous-même et voir la personnalité de Nof à travers de sa réponse à des questions rapides qu’on lui a demandé!

Digital ou à main?
Digital, parce que nous vivons digitalement, nous mangeons bytes, et tué par des pixels!

En couleur ou en noir et blanc?
Couleur

Souris ou stylet?
Stylet

L'art pour le travail ou l'art pour le plaisir?
Tous les deux. Aah, l’art pour le plaisir.

Passer du temps à faire un œuvre ou passer du temps avec votre copine?
Faire un œuvre avec ma copine. Mais je n’en ai pas encore.

Idéaliste ou réaliste?
Idéaliste. Les questions deviennent de plus en plus difficiles!

Vivre avec, pardonnez moi, un connard qui sera toujours vous mettre en colère mais peut parfois être très sage ou vivre avec des tas de gens très stupides, mais peuvent rendre votre vie beaucoup plus heureuse?
Vraiment dur! Je choisis des gens stupides.

Pour voir plus des travaux passionants de Nof, vous pouvez les voir à
http://artherapy.tumblr.com
http://www.behance.net/nofartherapy
http://nof-artherapy.deviantart.com

© Toutes les photos et les images sont des documents personnels de Faris Naufal

Wednesday, June 27, 2012

deg-degan adalah

ketika seorang abdi dalem kraton mengajakmu berbincang menggunakan bahasa jawa krama

lebih menegangkan daripada ujian dengan dosen X

Sunday, June 24, 2012

Au-secours!




^milipen + color pencil + cut from magazine + sketchbook^

I put my hands in the air as I knew you won't let me through.

Tuesday, June 19, 2012

Mengapa?

Beberapa bulan yang lalu saya menonton The Raid, film aksi Indonesia yang saya akui bagus dan dapat dinikmati. Saya menonton bersama teman-teman baru saya untuk pertama kalinya. Di pertengahan film, muncul adegan dimana sekelompok laki-laki yang membawa golok (sebut saja geng golok) menyisir tiap lantai dan ruang gedung untuk mencari dan menghabisi polisi-polisi yang bersembunyi. Mereka tiba di kamar dimana sang peran utama disembunyikan oleh Bapak Berkacamata Yang Istrinya Sedang Hamil. Saat pemimpin geng golok berbicara, sontak teman-teman saya tertawa kencang dan tidak santai, bahkan satu studio terbahak. Entah mengapa. Sebenarnya saya sangat penasaran saat itu, tapi saya urungkan niat saya untuk bertanya. Dua hari kemudian saya teringat akan hal ini dan menanyakan kepada salah satu teman yang juga terbahak saat melihat adegan itu. Tahukah kalian apa jawabannya?
Oh itu sih karena logat ngomongnya, masa muka sangar logatnya daerah hahaha
Apa yang salah dengan logat daerah? Saya senang mendengarkan teman-teman saya yang berbicara menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Saya tersenyum ketika Welcy ditelpon Uninya dari Padang, saya tersenyum ketika Cinant berbincang dengan orang yang sama-sama berasal dari Jawa Timur, saya tersenyum ketika seseorang menyuruh Harkyt berbicara ngapak. Tapi apakah logat adalah suatu hal yang sangat lucu hingga semua orang harus tertawa sebegitu kencangnya? Saya akui saya tidak terlalu pintar dan cepat tanggap untuk mengerti lelucon cerdas. Apakah ini termasuk salah satu guyonan cerdas? At some point saya merasa bodoh mempertanyakan hal ini, untuk apa coba saya mempermasalahkan orang yang tertawa, mungkin saya sama saja kaya bilang "STOP LAUGHING AT COMEDY SHOW!". Yah perspektif dan penilaian orang berbeda-beda sih.

Monday, June 18, 2012

just like what jen said:

haven't you got it yet? that's what i do!

i lie...

I LIE

and

I LIE

and

I LIE!

Sunday, June 10, 2012

milimeter pen on sketchslashnotebook

Boleh tidak aku tidak peduli?
Melelahkan soalnya
Hanya menambah besarnya lingkaran hitam di sekitar mataku
Aku ingin tidur yang lama
Aku ingin makan yang banyak
Aku ingin bepergian yang jauh
Pokoknya aku ingin
Jadi boleh tidak aku tidak peduli?

Sunday, June 3, 2012

Frenemy

pencil on watercolor paper

Anda kira anda siapa?
Mencoba mengubah ideologi saya, mencuci otak saya.
Anda sudah masuk terlalu dalam di kehidupan saya.
Urusi dulu hidup anda sendiri.
Berdiri dengan kedua kaki sendiri saja belum mahir.
Saya tidak butuh omong kosong anda.
Begini ya, kalau anda mati juga saya tidak peduli.
Anda mau bilang apa?
Ya, saya tidak berhati.
Puas?
Tidak, saya tidak akan mengatakan hal ini di depan wajah anda.
Sadarlah.

Tuesday, May 8, 2012

On War pt.2

April was truly fierce but I survived! Sekarang tinggal berhati-hati karena Mei nampak seperti singa tidur yang bisa tiba-tiba mengamuk jika saya salah langkah :D

Friday, April 6, 2012

Sunday, April 1, 2012

Ingat, Dam!

Ingat, Dam!
Kamu itu beruntung
Jadi kamu harus selalu bersyukur

Ingat, Dam!
Papah, Mamah, Mas Yoga, dan Mbak Kiki ada di rumah bukan untuk melihat wajah lemahmu
Jadi tetaplah kuat dan jadikan mereka sebagai semangatmu

Ingat, Dam!
Di umur 20 tahun dan masih bergantung pada orang tua itu memalukan
Jadi turutilah apa yang orang tuamu katakan, kamu berhutang sangat banyak pada mereka

Ingat, Dam!
Kamu itu manusia
Jadi jangan paksa dirimu melakukan hal-hal yang memang tidak bisa kamu lakukan

Ingat, Dam!
Kamu sudah berani berbuat dan memulai sesuatu
Jadi kamu harus bertanggung jawab dan akhirilah sesuatu itu dengan baik

Ingat, Dam!
Kamu itu punya teman yang akan selalu ada di saat kamu susah ataupun senang
Jadi jangan merasa kamu tidak memiliki siapa-siapa

Ingat, Dam!
Teman-temanmu itu juga punya masalah
Jadi daripada kamu berkeluh kesah dengan mereka lebih baik kamu berbagi kesenangan dengan mereka

Ingat, Dam!
Masih banyak orang yang memiliki masalah lebih besar dari kamu
Jadi, kamu sama sekali tidak pantas untuk mengeluh

Ingat, Dam!
Banyak hal yang harus diingat
Jadi berusahalah untuk tidak melupakannya

Tuesday, March 6, 2012

kapan giliranku

tak terpikirpun
lalu jatuh begitu saja
seperti bayi yang baru saja lahir
kemudian bersenandung
salah
salah
salah
kalian semua salah
saya yang benar
yang paling benar
kalian semua salah
tapi kalian juga berkata begitu,
apalah,
yang jelas
saya suka berada di kamar
jangan keluar
karena di luar jahat
kalau saja baik
saya sudah di luar
saya sudah di luar
walau di luar jahat,
demi yang jahat,
yang melulu mengaku ini sekarang gilirannya

masnya nggantheng

tapi mulutnya mintak ditapuk, sini mas tak tapuknya ♥

Sunday, February 26, 2012

Chocolate On Me Shirt

One day i made and posted and made this drawing as me profile picture on facebook.
Watercolor and pen on art paper that Mas Gin gave me.


Then suddenly a wild Mas Gin-Gin appeared! He asked me to make sticker or shirt with that drawing. And i said yes, which finally led to this:
Yes, my hair is a mess. And my boobs are small.

Mine is pink and Mas Gin's is yellow. Mas Pati asked whether me and Mas Gin deliberately choose that color to match Spongebob and Patrick. We wouldn't notice that if Mas Pati didn't point that out. Thanks to Mas Gin-Gin for the tutorial on how to screen printing and Mas Hendra who helped the making of this t-shirt :*

Friday, February 10, 2012

Sweet Gifts

I turned 20 this year and i received many many love from all around me, greetings and gifts flood my heart, thanks all :) Mom and Dad gave me new cute clothes, Mas Yoga and Mbak Kiki gave me a watch and a bottle of perfume (i hoped it was wine ;D). And here i present to you, gift from my bestie, Wilfridus :*,


gift from my only dumpling that i won't eat, Dita Bakpau (yes, she is popo, yes, i altered her nickname :D),
Darinya yang Tak Sempat Terucap


and gift from the one that i never had the chance to meet but he is always nice to me, Kak Haris.
His blog: narayanarada. He also drew me last year. Click here to see his drawing for me. And click the picture to see other drawings he made for this year birthday!
My favorite :)

Merci beaucoup pour vous! I LOVE YOU FROM THE DEEPEST OF MY HEART! Terima kasih untuk segala yang telah kalian lakukan dan berikan untuk saya yang tidak pernah memberi apa-apa untuk kalian *peluk erat* Kalian jaga kesehatan ya, agar aku tetap bisa menemui kalian dalam keadaan bahagia *kecup*

Sunday, January 15, 2012

Bond


Here's a picture of my hand, my favorite bed cover and a brand new wooden bracelet that popo gave :)

Monday, January 9, 2012

I thought I suck at being girlfriend. Now I even suck at being friend.

In the middle of 2011, I've got a new friend, I mean a friend friend, not just a friend (got it? because if you ask about friend, I've got plenty of them, and they are real nice!). Her name is Dita Oktamaya. I call her Popo for a reason you would know if you read what Popo wrote in her blog. Yes, Popo wrote a blog post for me. Yay!
And for some reason, i feel obliged to write as well a blog post for her.

Letter For Popo
(before you read this, i warn you, i couldn't write as poetic as you >.<)

Dear Popo,
To be honest, I never value friendship as much as you do. Baru kali ini aku nemuin orang macam kamu, Po. (Setahuku) Baru kali ini ada yang nangis seneng tau aku baik-baik aja habis kecelakaan. (Setahuku) Baru kali ini ada yang ngasih aku barang yang dia sukai walaupun barang itu tinggal satu-satunya. Dan (setahuku) baru kali ini ada yang menganggap aku sebegitu (entah apa)nya sampai kalau aku ngga ada di kampus kamu bisa jadi gamang (meminjam kata-katanya Cinan).

Pas awal kenal, aku akuin aku memang menganggap Popo hanya sebagai teman kantor, yang kukirimi pesan singkat hanya kalau ada keperluan kerja aja. Maaf ya Po :'( Tapi sekarang, kalo Popo nanya, "Aku keliatan ngga sih sama Damar?" atau bilang, "Aku kan ngga keliatan sama Damar," di dalam hati aku pasti bilang, "keliatan banget Po."

Popo pernah SMS gini ke aku:
kita temenan sampe tua, sampe kita saling ngunjungi di panti jompo,sampe kita ga pny gigi,sampe kita ga pny apa2 untuk dibagi kecuali pundak kita sendiri,sampe salah satu dr kita ngunjungi di tmpt trakhir kita,ya?
Aku mungkin bisa ngeiyain bagian kita temenan sampe tua, tapi untuk yang lainnya aku belum siap untuk ngeiyain. Aku takut aja aku ngga bisa menuhin janji-janji aku. Aku takut ngecewain Popo di akhir nanti.

Popo pernah bilang kalau aku jarang cerita tentang diriku sendiri. Dari dulu aku emang gitu Po. Aku emang jarang terbuka dengan orang. Baru akhir-akhir ini aja aku punya beberapa teman curhat. Dan sampai saat inipun aku masih suka ngerasa 'bersalah' kalo habis curhat. Menurutku, orang ngga perlu tahu apa masalahku karena aku pun jarang mempermasalahkan masalahku. Tapi di sisi lain, aku suka kok dengerin orang curhat (ya walau aku ngga tau harus bereaksi apa setelah orang itu curhat dan besokannya aku belum tentu inget curhatannya apa).

Pas dengerin rahasia Popo mengenai aku keluar dari humas, yang ada di pikiran aku cuma satu: I never thought that friendship could be this complicated! My new year didn't start out good, I already lost a good friend of mine (well, if he wasn't, at least i think he could be), I don't want to lose another friend. Jadi, maaf yah aku ngga pernah berusaha berkorban untuk Popo. I am insensitive yet unable to react fast, jadi maaf juga kalo aku ngga peka dengan apa yang Popo mau dan ga bisa ngasih reaksi langsung ke curhatan-curhatan Popo.

Popo jangan sering-sering nangis yah, it really really really breaks my heart to see you cry.

Your Forgetful Friend,
Damar

P.S. Aku ngga ngomong lewat SMS loh ini ;)
P.P.S. Sorry for forgetting your birthday, hope it won't happen again! Tapi kalau masih lupa, please remind me with your birthday party invitation yah :D :D
© All images by Damar Rakhmayastri, unless, will be credited. Template developed by Confluent Forms LLC. Powered by Blogger.